Penyebab Fistula Ani Yang Jarang Di Ketahui

By | Desember 15, 2017

Penyebab Fistula Ani Yang Jarang Di Ketahui

Penyebab Fistula Ani Yang Jarang Di Ketahui Hati-hati bagi anda yang sering sakit saat buang air besar, bisa jadi itu Fistula Ani. Ingin tahu mengenai Fistula Ani? Simak pada artikel di bawah ini..!


Penyebab Fistula Ani Yang Jarang Di Ketahui

Fistula ani adalah kondisi medis adanya saluran kecil yang menghubungkan antara bagian akhir usus besar dan kulit di sekitar anus. Saluran kecil ini bukanlah sesuatu yang normal dan tentu saja akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Saluran atau fistula bisa menyebabkan perdarahan dan keluarnya cairan (discharge) ketika feses melewati bagian tersebut dan juga bisa menimbulkan rasa nyeri.

Ada beberapa gejala fistula ani antara lain

  • Sakit saat buang air besar.
  • Keluar cairan yang berbau tak sedap di sekitar anus.
  • Iritasi kulit di sekitar anus meliputi pembengkakan, kemerahan, dan juga kekakuan pada kulit.
  • Pembengkakan dan kemerahan sekitar anus dan juga demam jika pasien mengalami abses.
  • Konstipasi (Sembelit) atau juga nyeri berhubungan dengan pergerakan usus.
  • Kesulitan mengontrol pergerakan usus pada beberapa kasus.
  • Keluarnya nanah atau darah saat buang air besar.
  • Nyeri yang makin memburuk ketika pasien duduk, pindah atau ketika ada pergerakan usus, atau batuk.

Penyebab Fistula Ani Yang Jarang Di Ketahui

Untuk Tipe pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fistula ani tergantung dari posisi fistula itu sendiri. Pilihan terapi yang dilakukan untuk pasien fistula ani meliputi:

  • Bioprosthetic plug. Plug berbentuk kerucut ini terbuat dari jaringan manusia yang digunakan untuk menghambat pembukaan fistula. Metode ini tidak menutup fistula secara sempurna sehingga bisa terus mengalami drainase. Jaringan baru biasanya tumbuh di sekitar plug untuk menyembuhkan fistula.
  • Teknik seton. Seton adalah sepotong benang yang ditinggalkan dalam saluran fistula. Metode ini disarankan jika pasien berisiko tinggi mengalami inkontinensia ketika fistula melewati otot sfingter.
  • Fistulotomi. Metode ini digunakan pada 85-95% kasus. Penyembuhannya terjadi satu hingga dua bulan setelahnya.
  • Lem fibrin. Metode ini merupakan pilihan terapi non bedah. Lem disuntikkan ke fistula untuk merekatkan saluran. Prosedur ini cukup simpel, aman dan minimal nyeri namun hasil jangka panjang untuk metode ini kurang bagus. Tingkat keberhasilan sebesar  77% namun menurun menjadi 14% setelah 16 bulan.
  • Prosedur pemasangan flap lanjutan. Metode ini biasanya dilakukan ketika fistula cukup kompleks atau ada risiko tinggi inkontinensia. Flap adalah sepotong jaringan yang dipindahkan dari rektum ke kulit sekitar anus. Selama operasi, saluran fistula dipindahkan dan dilekatkan kembali ke tempat awal terbukanya fistula. Operasi efektif pada 70% kasus.

Tidak ada salahnya anda membaca Obat Fistula Ani Tanpa Operasi 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *